Sharing Knowledge and Information

  • Beranda
  • Pendidikan
  • Musik
  • Iptek
  • Ilmu Perpustakaan
SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI DAN DAPATKAN ILMU PENGETAHUAN MENGENAI ILMU PERPUSTAKAAN DAN IPTEK
Home » perpustakaan » Bettel Dua Sejoli

Bettel Dua Sejoli

Jika Anda mendengar kata Pustakawan vs Pemustaka, pasti yang ada di benak Anda ialah seorang yang bergulat dengan tumpukan buku dan pastinya memasang tampang menyeramkan, namun jangan membayangkan pustakawan dan pemustaka berada di ring tinju untuk adu kekuatan. Maksud dari pustakawan vs pemustaka di sini adalah persepsi yang berbeda dari pemustaka dan pustakawan yang kadang berlawanan. Bagi seorang pemustaka pustakawan adalah petugas penjaga buku, yang mengelola buku sehingga dapat disajikan kepada pemustaka, soal proses kadang pemustaka tidak tahu menahu atas itu.  
Istilah pustakawan dan pemustaka memang tidak terlalu dikenal oleh masyarakat awam, istilah pustakawan dan pemustaka mulai akrab setelah dikeluarkanya UU No. 43 tahun 2007 yang membahas perpustakaan. menurut UU No. 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan menyatakan bahwa pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Dan pemustaka atau pengguna perpustakaan yaitu perseorangan, kelompok orang, masyarakat, atau lembaga yang memanfaatkan fasilitas layanan perpustakaan.

Mas, tolong yang ada gambar Indonesianya yaa..
Mas saya mau yang ada korelasinya dengan kemiskinan dan itu hasil penelitian dri bla..bla.. bla
Eh Mas ajarin saya katalog dong saya  ngga bisa nyari lewat katalog nih.. aduh.. aduh..


 Ya.... ini adalah gambaran dari pemustaka yang mempunyai keinginan masing-masing terhadap bahan pustaka yang dicari, dan pustakawan adalah titik utama sebagai jalan masuk mereka (pemustaka) untuk menemukan dokumen atau bahan pustaka yang dicari. 
Melayani pemustaka dan mencari dokumen adalah fungsi utama dari pustakawan namun lebih dari sekadar itu bagi pustakawan terutama dibagian sirkulasi tidak mudah untuk seorang pustakawan mengerti keinginan pemustaka dengan kepribadian pemustaka yang berbeda-beda. Harus teliti dan menelaah setiap perkataandan pertanyaan dari pemustaka untuk benar-benar mengerti apa yang pemustaka inginkan. Setiap pemustaka mempunyai karakter masing-masing yang kadang membuat pustakawan agak memutar kepala untuk mengerti, seperti contoh  dari perpustakaan dimana pemustaka yang memiliki kekurangan dalam  hal teknologi atau biasa disebut "Gaptek" atau gagap teknologi ingin mencari bahan yang diperlukan di perpustakaan sedangkan perpustakaan yang dituju sudah menggunakan sistem otomasi yang cukup canggih , seorang pustakawan harus sabar untuk mengajari pemustaka sampai mendapatkan apa yang mereka cari atau seperti kasus pemustaka yang tidak sabaran dalam mencari dokumen  sampai memarahi pustakawan, pustakawan harus menanggapinya dengan tenang dan sabar. Begitupun bagi pustakawan bagian lainya, seperti bagian pengolahan. Pustakawan yang berada dibagian pengolahan harus berkerja keras dalam mengolah buku sehingga dapat dengan mudah ditemukan oleh pemustaka. Atas dasar dari undang-undang inilah pustakawan harus benar-benar melayani pemustaka dengan sepenuh hati.


Dalam UU No. 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan Pasal 32 telah diatur bahwa tenaga perpustakaan berkewajiban:
a. memberikan layanan prima terhadap pemustaka;
b.menciptakan suasana perpustakaan yang kondusif;
    dan
c. memberikan keteladanan dan menjaga nama baik
   lembaga dan kedudukannya sesuai dengan tugas  dan tanggung jawabnya.

Berdasarkan undang-undang tersebut di atas, bahwa seorang pustakawan wajib untuk menegolola dan menyajikan yang terbaik untuk pemustaka.
Namun, di sisi lain dari pelayanan  seorang pustakawan juga akan merasa lelah ketika pemustaka melakukan hal-hal yang melanggar peraturan, seperti pengembalian buku yang telat, tidak rapih dalam meminjam buku sehingga terdapat buku yang robek atau rusak atau pelanggaran peraturan lainya.

Di balik arah pemustaka juga kerap menemukan kekurangan dari seorang pustakawan seperti “Pustakawan jutek” atau “Pustakawan tidak cermat”  keluhan ini memang sering ditemukan pemustaka ketika mereka berkunjung ke perpustakaan. Ketika pemustaka menelusur pada katalog status available yang tertera ternyata tidak sesuai dengan keadaan buku yang ternyata sedang dalam peminjaman atau masalah buku yang tidak sesuai dengan subjek yang dicari dan berbagai permasalah teknis perpustakaan yang sebenarnya pemustaka tidak mengetahuinya.  hal ini yang agaknya perlu dicermati dan dikoreksi bukan hanya oleh pustakawan sendiri akan tetapi juga pemustaka. Sebagai sorang pustakawan profesional baiknya dapat menjaga hal- hal yang menyangkut teknis perpustakaan dan pelayanan. Menurut White & Beckley (1973:6) menyatakan bahwa kepribadian atau personality dapat  diungkapkan  melalui  akronim  P-E-R-S-O-N-A-L-I-T-Y,  dengan  salah  satu akronimnya  “E” yang diartikan  Eagerness to help others, with aliking for people and willingness  to  serve   them, yang berarti mulailah untuk dapat melayani dengan sepenuh hati dan mencintai pekerjaan yang kita lakukan. Sebaliknya begitu juga kepada pemustaka yang diharapkan dapat menjaga etika dan berperan aktif dalam menjaga kedisplinan dan peraturan yang berlaku di perpustakaan. Jika pustakawan mencoba untuk lebih menghargai pemustaka maka pemustaka juga harus bisa menghargai kinerja pustakawan.

Sumber :
Undang-Undang No. 43 tahun 2007 Tentang Perpustakaan.

Sari, Ulfa  Kurnia.  "Kepuasan  Pengguna  Layanan  Referensi  Menurut  Keputusan  MENPAN
63/KEP/M.PAN/7/2003". Skripsi. Surabaya : Universitas Airlangga.



 
Ditulis oleh rudyuin14.blogspot.co.id, Minggu, 21 Februari 2016 - Rating: 4.5
Judul : Bettel Dua Sejoli
Deskripsi : Jika Anda mendengar kata Pustakawan vs Pemustaka, pasti yang ada di benak Anda ialah seorang yang bergulat dengan tumpukan buku dan pa...

Bagikan ke

Facebook Google+ Twitter

Belum ada komentar untuk "Bettel Dua Sejoli "

Posting Komentar

Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Like & Share


Subscribe To Our Email Newsletter & Receive Updates Free

Aliansi

Clock

Blogroll

  • Akulturasi Budaya Sasak dengan Budaya Lain
    Budaya yang terdapat di pulau Lombok dengan beragam bentuk dan kegunaanya tidaklah ada dengan sendirinya. Berbagai proses akul...
  • Perpustakaan dan Informasi
    Perpustakaan merupakan tempat dimana ilmu pengetahuan berada di dalamnya dengan segala bahan pustaka yang ada serta memiliki nilai yang...
  • Refleksi Q.S Al-Alaq
    Pada kesempatan ini, perkenankanlah saya menyampaikan sedikit uraian mengenai pentingnya budaya membaca sebagai bahan refleksi diri akan ...
  • Perpustakaan, Sarana Pintar Buat Pintar
    Judul opini diatas, merupakan sebuah slogan Perpustakaan. Slogan tersebut sering kita lihat di berbagai media. Sarana pin...
  • Gubahan Budak Rantau
    Hay kawan, apa kabar liburan kalian ? Pastinya seru dong ya... Kali ini aku akan bercerita sedikit tentang perjumpaan ku dengan seorang k...
  • Ilmu Perpustakaan ???
    Apasih Ilmu Perpustakaan itu ? Kok tumben dengar Jurusan itu ! Perpustakaan kok perlu susah belajar pakai kuliah segala, gak kuliah juga bi...
  • Minat Baca
    Refleksi Perpustakaan dalam Program Gerakan Minat Baca Masyarakat. Abstak : Perpustakaan sebagai sarana yang tepat dalam penyebaran...
  • Softwere dan Hardwere
    Dalam kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai sistem komputer, sistem komputer merupakan suatu jaringan yang terdiri dari eleme...
  • Seruput malam bersama Pentas Tiga Bayangan Teater ESKA
    Kesenian tidak dapat dipisahkan dengan dunia informasi. Dua hal ini sangat berkaitan sekali, walaupun terkadang banyak di antara kita m...
  • Penerapan Teknologi Informasi di Perpustakaan
    Penerapan Teknologi Informasi di Perpustakaan Istilah teknologi informasi (TI), sering dijumpai baik dalam media grafik seperti surat...

About Me

rudyuin14.blogspot.co.id
Lihat profil lengkapku
Copyright © 2012 Sharing Knowledge and Information - All Rights Reserved
Design by Selandir Management Design - Powered by Blogger